Jumat, Maret 27, 2009

Bimbingan 5

JAMARAT

Tanggal 10 Zulhijjah

- Sesudah Maghrib (masuk tanggal 10) bersiap-siaplah menuju Muzdalifah
- Salat Magrib dan Isya’ dijamak ta’khir
- Selama perjalanan perbanyak membaca: Talbiyah dan dzikir
- Di Muzdalifah, mencari kerikil sebanyak 70 butir untuk melempar Jumrah di Mina

DI MINA
Melontar Jumrah dengan 7 kerikil, setiap kali melempar satu kerikil, membaca:
BISMILLAHI WALLAHU AKBAR

Artinya:
Dengan Nama Allah, Allah Maha Besar

- Malam itu hanya melempar kerikil di tugu ‘Aqabah’
- Kemudian ‘Tahalul’
- Sesudah ‘Tahalul’ pakaian Ihram boleh diganti pakaian biasa


 Berangkat ke Makkah
(Bagi Jamaah yang menempuh cara Nafar Awal)
- Melaksanakan tawaf Ifadah dan Sa’I (caranya sama)

 Kembali lagi ke Mina
- Di Mina menginap selama dua malam dan melaksanakan/melontar Jumrah di tiga tugu: ‘Ula, Wustha, dan Aqabah
- Menyembelih kambing/hewan kurban


MASIH DI KOTA MINA

- Bagi jamaah yang menempuh Nafas Tsani:
- Setelah melontar Jumrah ‘Aqabah dan tahalul, tetap tinggal di Mina selama tiga hari berturut-turut (tanggal 11, 12 dan 13 Zulhijah)
- Setiap hari: sesudah dzuhur atau maghrib (lihat keadaan) melontar jumrah di tugu ‘Ula, ‘Wustah, dan ‘Aqabah. Masing-masing tugu tujuh kerikil
- Selama di Mina dianjurkan memperbanyak dzikir dan baca Alquran
- Menyembelih kambing/hewan kurban

Berangkat meninggalkan Mina (tanggal 13 Zulhijjah) menuju Makkah untuk melaksanakan Tawaf ‘Ifadah’ dan Sa’i (Caranya sama)

Keterangan:
‘Nafar Awal dan Nafar Tsani
Kedua cara tersebut sama baik dan utama

Tidak ada komentar:

Posting Komentar