Tips Haji 7
Arafah dan Mina
Puncak Haji, Fisik dan Disiplin Diuji
HAJI adalah Arafah. Inilah puncak ritual ibadah haji, wukuf di Arafah. Karenanya, pada waktunya, setiap jamaah haji akan ke Arafah dengan cara apapun dan dalam kondisi bagaimana pun, untuk dapat melaksanakan wukuf.
Bagi kita yang sudah diatur perjalanannya, akan berangkat ke Arafah sehari menjelang wukuf, dengan memakai pakaian Ihram. Sama seperti jutaan jamaah lainnya, semua ingin hadir di Arafah, tidak ingin terlambat. Tak peduli, bertengger di atas mobil, atau berjalan kaki pun, jadi!
Di sini memang fisik harus tetap prima dan disiplin serta sabar, tetap dijaga. Bagaimana kita harus disiplin sejak dari pemondokan, naik bus, di atas bus yang terkadang harus beringsut-ingsut jalannya karena ratusan ribu kendaraan bergerak dalam waktu bersamaan, menuju lokasi yang sama.
Di kemah Arafah, disiplin dan kesabaran serta sifat saling menolong lebih mengemuka. Karena kita akan berkumpul dalam jumlah yang banyak di bawah satu tenda besar per rombongan, harus ekstra sabar saat berurusan dengan kamar kecil dan tempat berwuduk. Apalagi kita sedang berpakaian Ihram, banyak pantang-larangnya.
Saat puncak haji tiba, ibadah wukuf memasuki masa-masa yang mengaduk-aduk perasaan setiap jamaah. Sejak azan berkumandang, ketika kutbah wukuf disampaikan, ketika usai salat berjamaah zuhur dan asar yang diqasar dan jamak taqdim, setiap jamaah akan menundukkan kepala, bercermin pada diri sendiri, tentang apa saja yang telah dilakukan selama ini, terhadap sesama umat, dan juga terhadap Allah. Inilah semacam perjalanan kilas balik, karena semua perbuatan dosa dan juga amal baik, kini terbayang di depan mata. Ritual selama wukuf akan khusyuk terjalani dan air mata akan bercucuran membasahi padang pasir Arafah yang mashur itu.
Ketika matahari agak condong di langit sebelah barat, saat panasnya tidak lagi menyengat, upayakanlah keluar dari tenda, atau di dalam tenda pun tak apa. Berdoalah dengan sungguh-sungguh, karena Arafah adalah salah satu tempat mustajab untuk berdoa, memohon dan berhajat, bahkan boleh dengan bahasa yang anda kuasai. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi mengabulkan setiap permintaan hambaNya, terlebih lagi saat Wukuf.
Selesai Wukuf, satu lagi ritual yang mensyaratkan ketahanan fisik dan disiplin yang tinggi menanti. Mabit di Muzdalifah. Disiplin sudah dituntut sejak menunggu angkutan dari Arafah,
berada di padang luas Muzdalifah dengan serangkaian ibadah plus memungut kerikil untuk melontar jumrah. Satu saja tidak disiplin, ribuan jamaah akan merasakan dampaknya, baik
saat antrian naik bus, di atas bus, saat perjalanan menuju Mina.
Ya, malam itu Mina didatangi jutaan jamaah, termasuk Anda. Bayangkan ruwetnya sekiranya ada yang ingin semaunya saja. Di sini kembali kita ingatkan diri, bahwa kehadiran di tanah suci ini adalah untuk beribadah. Lakukanlah semua rangkaiannya dengan sungguh-sungguh, ikhlas dan dengan ilmu.
Ritual melontar Jumrah adalah salah satu yang kerap diberi perhatian lebih mengingat selalu ada insiden mengingat jutaan umat berbilang bangsa melaksanakannya dalam waktu yang nyaris bersamaan. Karenanya, setiap jamaah wajib mengindahkan apa yang sudah diatur oleh panitia di sana. Kapan waktu yang baik dan aman untuk melontar jumrah, patuhi itu dan tetaplah selalu dalam rombongan yang utuh.
Memang, saat ini lokasi melontar jumrah sudah diperluas dan dibangun bertingkat, terowongan menuju ke lokasi jamarat juga sudah tersedia dalam dua jalur, dan kesiagaan serta kesigapan aparat keamanan Saudi Arabia bakal menambah jaminan akan kelancaran semua proses ritual ini. Namun, kedisiplinan tiap individu jamaah, jauh lebih utama, agar ibadah lancar. Keluarga yang menanti di rumah pun, tidak lagi berdebar-debar.(amzar)
Senin, Maret 02, 2009
Tips Haji 7
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

saatnya pemuda-pemudi pekanbaru dan riau unjuk gigi, mari kita berblog ria, JADIKAN BLOG SEBAGAI WADAH BERTUKAR PIKIRAN SECARA JERNIH,INTELEK,SIMPATIK DAN SALING MENGHORMATI. sudah saat pemuda-pemudi dari pekanbaru atau Riau tampil maju, intelek, konsepsional, penuh percaya diri dan berakhlak mulia. salam sesama blogger bertuah pekanbaru
BalasHapus